Empunya

Entah siapa yang mencipta, entah siapa yang tercipta, tiada yang mengerti. Keduanya lahir dalam kesejarahan yang seharusnya tiada dalam keadaan. Siapa yang mengucapkan "Selamat tinggal" dan siapa yang mengucapkan "Selamat datang kembali" pun tiada yang tahu. Keduanya sering kali bersama-sama kebingungan dalam kehidupan keduanya.

Ini ditulis dalam sudut pandang lain, tapi terkadang keduanya turut campur jua. Dan mereka menikmati itu.

Selalu ada yang tidur, selalu ada yang bangun, namun tak jarang keduanya tertidur bersama atau terbangun bersama. Seirama seperti dua ekor paus yang tersesat di kedalaman samudera yang tak diketahui permukaan serta dasarnya.

Perumpamaan tak serasi, hah! Itu adalah keistimewaan salah satu dari mereka. Yang satu lagi bodoh bukan main. Pengecut bukan main. Lucunya mereka justru bersama.

Ini mungkin bukan syair. Bukan sajak. Bukan puisi. Bukan prosa. Mungkin bukan.

Entahlah, keduanya pun sama tak mengetahuinya.

0 kritik tentang naskah:

Posting Komentar